Senin, 17 Desember 2018

JADI NARASUMBER DI CSS XVIII, BUPATI PRINGSEWU SHARE PENGALAMAN DI HADAPAN BUPATI & WALIKOTA SE INDONESIA

JADI NARASUMBER DI CSS XVIII, BUPATI PRINGSEWU SHARE PENGALAMAN DI HADAPAN BUPATI & WALIKOTA SE INDONESIA

JAMBI – Bupati Pringsewu Hi.Sujadi menghadiri acara City Sanitation Summit (CSS) XVIII yang digelar selama 2 hari (24-25 Oktober 2018) di Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Bukan it, Bupati Pringsewu juga mendapat kehormatan untuk menjadi narasumber pada acara yang diikuti para bupati dan walikota se lndonesia yang tergabung dalam Aliansi Kabupaten dan Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI).

Dipilihnya Bupati Pringsewu Hi.Sujadi sebagai narasumber pada forum tersebut bukan tanpa sebab. Yakni karena keberhasilan Kabupaten Pringsewu yang telah menjadi Kabupaten ODF (Open Defecation Free) 100%, bahkan yang pertama di Pulau Sumatera.

Belum lama Pringsewu juga berhasil meraih penghargaan STBM Award ll sebagai Kabupaten Peduli Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan, untuk kategori Kabupaten lnovasi Terbaik II Nasional.

City Sanitation Summit XVIII yang mengangkat tema ‘Kepemimpinan Daerah Untuk Sanitasi Berkelanjutan‘ ini diselenggarakan di BW Luxury Hotel, Jambi, dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili Direktur Jenderal Cipta Karya Dr.Ir.Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc., Deputi Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Ir.Rudy Soeprihadi Prawira Dinata, M.C.R.P., Ph.D., Plt Gubernur Jambi yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ketua Umum AKKOPSI Mohammad Ramdhan Pomanto, Sekretaris Jenderal AKKOPSI Dr.Hi.Syarif Fasha, M.E., serta para bupati dan walikota anggota AKKOPSI se lndonesia.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi saat menyampaikan materi di Hotel BW Luxury, Kota Jambi, Kamis (25/10) petang, menjelaskan sekilas profil Kabupaten Pringsewu, serta proses keberhasilannya menjadi Kabupaten ODF 100%.

Menurut Bupati, keberhasilan Kabupaten Pringsewu mendeklarasikan diri sebagai kabupaten ODF 100% pada akhir 2017 lalu, merupakan hasil kerja sama yang sinergis antarsemua pihak, seperti SNV dan lainnya, mengingat persoalan sanitasi bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi juga tanggungjawab bersama.

Oleh karena itu, untuk mendukung suksesnya program ODF tersebut, Pemkab Pringsewu telah mengeluarkan regulasi percepatan universal access dengan sebuah strategi, diantaranya dengan cara merubah pola pikir dari program menjadi gerakan.

Berdasarkan hal tersebut, Pemkab Pringsewu mengeluarkan kebijakan dengan membentuk Satuan Tugas Gerakan Bersama Rakyat Kabupaten Pringsewu ODF atau Satgas Gebrak ODF yang diketuai oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi.

Gerakan ini melibatkan beberapa pihak, diantaranya dari aparat pemerintah, kepolisian dan TNI, para ulama maupun tokoh agama lain, serta unsur masyarakat lainnya.

Terkait peran alim ulama dalam masalah ODF di Pringsewu, menurut Sujadi, memegang peranan yang cukup penting, mengingat masyarakat Pringsewu merupakan masyarakat yang religius. Sehingganya di Kabupaten Pringsewu juga ada yang namanya Shalawat STBM, serta muncul istilah ‘Jihad Sanitasi’. Dimana berjuang untuk menanggulangi masalah kebersihan, kesehatan, dan sanitasi juga merupakan bagian dari bentuk amalan yang bernilai ibadah, sebagaimana sebuah hadits yang berbunyi ‘kebersihan adalah sebagian daripada iman’.

Selain Bupati Pringsewu Hi.Sujadi, ada tiga kepala daerah yang juga menjadi narasumber, yaitu Bupati Tangerang Hi.Ahmed Zaki Iskandar, Walikota Banjarmasin Hi.Ibnu Sina, serta Bupati Muaraenim Hi.Ahmad Yani.

Setelah berlangsung selama dua hari, acara City Sanitation Summit (CSS) XVIII secara resmi ditutup dengan penyerahan pataka dari Walikota Jambi Dr.Hi.Syarif Fasha, M.E., untuk selanjutnya diberikan kepada Walikota Banjarmasin Hi.Ibnu Sina, dimana pada tahun 2019 Pemkot Banjarmasin akan menjadi tuan rumah City Sanitation Summit (CSS) XIX.

(© Isnanto Hapsara)

Sampaikan Komentar Anda