Sabtu, 20 Oktober 2018

KECAMATAN ADILUWIH ADAKAN PENGGALANGAN KOMITMEN DENGAN LINTAS SEKTOR DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING, TBC & PENINGKATAN IMUNISASI MUTU SERTA CAKUPAN

KECAMATAN ADILUWIH ADAKAN PENGGALANGAN KOMITMEN DENGAN LINTAS SEKTOR DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING, TBC & PENINGKATAN IMUNISASI MUTU SERTA CAKUPAN

ADILUWIH – Kecamatan Adiluwih menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor dalam rangka penggalangan komitmen tindak lanjut rapat kerja kesehatan daerah.

Kegiatan yang digelar di Balai Pekon Tunggul Pawenang, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Jumat (27/7) ini dihadiri oleh Kadis Sosial Kabupaten Pringsewu Arif Nugroho, Sekretaris Dinas PU dan Perumahan Rakyat Imam Santiko, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pringsewu Imam, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Nuriyanto, Kepala UPT Puskesmas Adiluwih, Camat Adiluwih Sutaryo beserta uspika, serta para kepala pekon di Kecamatan Adiluwih yang berada di bawah wilayah kerja Puskesmas Adiluwih, jajaran Dinkes dan UPT Puskesmas Adiluwih serta para kader kesehatan dan stakeholders.

Camat Adiluwih Sutaryo mengungkapkan kecamatan yang dipimpinnya terdiri dari 13 pekon atau desa, dimana delapan pekon diantaranya masuk wilayah kerja Puskesmas Adiluwih, dan sisanya lagi masuk wilayah kerja Puskesmas Bandung Baru.

Lebih lanjut diungkapkan Sutaryo, setiap bulan pihaknya juga mengadakan lokakarya guna mencari solusi terkait masalah kesehatan masyarakat dengan mengundang pihak-pihak terkait.

Pada kesempatan tersebut, beberapa dukungan juga disampaikan oleh sejumlah pihak, diantaranya Dinas Sosial melalui kadisnya Arif Nugroho, dimana pihaknya siap bekerjasama dengan Puskesmas Adiluwih dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring terhadap kesehatan masyarakat, terutama untuk masalah kejiwaan.

Dinas PU dan Perumahan Rakyat melalui sekretaris dinas Imam Santiko, juga siap mendukung Puskesmas Adiluwih melalui berbagai program yang ada di Dinas PU, penyediaan air minum, STBM, program rumah layak huni, perumahan swadaya, serta sanitasi masyarakat dalam bentuk IPAL Komunal.

Sementara itu, salah satu anggota tim surveyor dari Kementerian Kesehatan RI  Tinexcelly Marisiuli mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Raker kesda yang bukan hanya tanggung jawab dari bidang kesehatan.

Rakerkesda ini merupakan turunan dari rapat kerja kesehatan nasional, dimana Menteri Kesehatan RI menekankan penanganan di tingkat daerah terhadap 3 isu nasional, yakni masalah penanganan stunting, imunisasi untuk kesehatan anak-anak, dan penanganan tuberculosis. “Saya sangat senang dapat hadir di kegiatan ini dan bersyukur bahwa semua pihak terkait sangat mendukung dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, dalam rangka akreditasi Puskesmas Adiluwih ini,” katanya. (©  lsnanto Hapsara)

Sampaikan Komentar Anda