Senin, 17 Desember 2018

Mengan Balak HUT Pringsewu Pecahkan Rekor MURI

Mengan Balak HUT Pringsewu Pecahkan Rekor MURI

PRINGSEWU – Sebuah pesta rakyat digelar masyarakat Pringsewu. Ribuan warga dari berbagai kalangan dari seluruh kecamatan di Bumi Jejama Secancanan – Negeri Bersahaja, tumpah ruah berkumpul menjadi satu dalam ikatan kebersamaan. Mengan Balak, demikian acara yang digelar sempena perayaan HUT Kabupaten Pringsewu yang ke-9 di Lapangan Kuncup, Kabupaten Pringsewu, Kamis (29/3) siang. Sebanyak 15.000 porsi nasi bakar dalam bambu dengan melibatkan lebih dari 5.000 orang peserta ini merupakan sebuah peristiwa budaya yang terbilang unik dan langka, bahkan berhasil memecahkan rekor dunia, serta tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Acara Mengan Balak yang dihadiri oleh Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dan Wakil Bupati Dr.Hi.Fauzi bersama Ketua dan wakil ketua TP-PKK, wakil ketua DPRD Pringsewu S.Nainggolan, jajaran muspida, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Budiman dan ketua DWP bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, dan lebih dari lima ribuan warga Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dalam sambutannya mengatakan Mengan Balak merupakan salah satu dari bentuk ragam budaya daerah yang wajib dilestarikan. “Mengan Balak yang secara harafiah berarti makan besar, memiliki makna yaitu sebuah bentuk penyajian makanan dalam jumlah yang besar untuk dimakan secara bersama-sama. Mengan Balak ini juga merupakan sebuah peristiwa budaya yang sangat unik yang lebih menekankan pada arti sebuah kebersamaan,” ujarnya.

Menurut Bupati Pringsewu, selain sebagai wahana dalam rangka melestarikan budaya bangsa, acara Mengan Balak tersebut juga dapat dijadikan sebagai media untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah Pringsewu kepada publik secara luas, disamping untuk lebih meningkatkan kepedulian masyarakat Pringsewu sendiri terhadap warisan leluhur bangsa, selain dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan potensi kepariwisataan yang dimiliki Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara, panitia, serta seluruh peserta Mengan Balak, maupun yang lainnya yang telah turut serta dalam mensukseskan kegiatan tersebut. “Saya ingin kegiatan yang sangat baik ini, dapat terus berkesinambungan, dan bahkan bisa lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang. Terlebih semua bahan makanan, mulai dari beras, ikan, bumbu, hingga sayuran, termasuk wadahnya berupa daun pisang dan bambu, semuanya berasal dari Pringsewu,” katanya.

Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Awan Rahargo mengatakan kegiatan Mengan Balak atau makan besar secara bersama-sama yang melibatkan ribuan peserta, dengan sajian nasi bakar dalam bambu sebanyak 15.000 porsi ini merupakan yang pertama terjadi, bukan hanya di Indonesia, namun juga DI seluruh dunia. “Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI memberikan ucapan selamat serta apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas pemecahan rekor ini,” katanya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, pada malam harinya juga digelar acara Kenduri Rakyat, yang dihadiri oleh sejumlah Duta Besar negara-negara sahabat.

Terkait kegiatan Kenduri Rakyat yang merupakan sebuah pesta rakyat, karena kesemuanya berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat Kabupaten Pringsewu, menurut Bupati Pringsewu Hi.Sujadi merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan nikmat, rahmat, serta karunia yang telah dicurahkan, terutama dalam rangka HUT Kabupaten Pringsewu ke-9. “Sekaligus sebagai wahana untuk bersama-sama memanjatkan do’a, serta memohon keselamatan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa bagi seluruh warga Pringsewu dan kita semua,” katanya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Anton Hapsara)

Sampaikan Komentar Anda