Selasa, 16 Juli 2019

Pertama di Lampung, Pringsewu Jadi Pilot Project Klinik Pemberdayaan Pekon

Pertama Di Lampung, Pringsewu Jadi Pilot Project Klinik Pemberdayaan Pekon

PRINGSEWU – Kabupaten Pringsewu kini memiliki Klinik Pemberdayaan Pekon. Sebagai sarana untuk berkonsultasi masyarakat dalam rangka mengawal dana desa secara on-line yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu ini,   merupakan yang pertama kali di Provinsi Lampung.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. saat me-launching Klinik Pemberdayaan Pekon di Stand Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu di arena Pringsewu Expo, Selasa (26/3), mengapresiasi atas dibentuknya Klinik Pemberdayaan Pekon ini. “Keberadaannya diharapkan dapat meningkatkan transparansi penggunaan dana desa di pekon-pekon yang ada di Kabupaten Pringsewu. Serta dapat mengedukasi masyarakat terkait dana desa,” harapnya.

Wabup juga mengatakan adanya dana desa dari pemerintah pusat dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam rangka memeratakan pembangunan sampai ke desa-desa, terutama pembangunan infrastruktur perdesaan. Sekaligus meminta para pendamping desa dapat berinovasi dan pemerintah daerah pun dapat membuat regulasi untuk kedepannya.
“Jalinan komunikasi dan sinergitas antara pemda dengan pendamping desa akan meningkatkan efektifitas dalam pengelolaan dana desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu Malian Ayub menambahkan, selain sebagai tempat berkonsultasi, keberadaan Klinik Pemberdayaan Pekon ini juga bisa difungsikan sebagai tempat pengaduan terkait penggunaan dana desa di setiap pekon. “Alhamdulillah, kita menjadi pilot project untuk di Provinsi Lampung ini,” kata Malian.

Koordinator pendamping desa Indra Gunawan mengungkapkan penyerapan dana desa di Kabupaten Pringsewu sejak 2015 lalu cukup baik, dan hasilnya sudah banyak dirasakan oleh masyarakat. “Sudah 392.853 meter jalan desa di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu yang sudah terbangun dari dana desa ini. Selain itu juga terbangun drainase sepanjang 145.579 meter, TPT sepanjang 106.754 meter, kemudian saluran irigasi sepanjang 16.704 meter, sarana air bersih ada 31 unit, fasilitas MCK sebanyak 15 unit, sumur bor ada 87 titik, juga pembangunan PAUD hingga 68 unit. Selanjutnya, pembangunan sarana kesehatan berupa 21 posyandu dan 5 polindes, serta BUMDes ada sekitar 126 unit di 126 pekon di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu,” ungkapnya.

(*/ LPPL Radio Siaran Pemda Kab. Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Sampaikan Komentar Anda