Senin, 17 Desember 2018

PRESIDEN RI KUNJUNGI PRINGSEWU

PRESIDEN RI KUNJUNGI PRINGSEWU

PRINGSEWU – Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo didampingi Ibu Negara Hj.Iriana Joko Widodo mengunjungi Dusun Pelayangan, Desa Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (24/11).

Kunjungan ini dalam rangka melakukan pertemuan dengan Petani Provinsi Lampung.

Turut menghadiri acara tersebut, sejumlah menteri Kabinet Kerja, Gubernur Lampung H.M.Ridho Ficardo dan Wagub H.Bachtiar Basri beserta Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Lampung dan jajaran fokorpimda Provinsi Lampung, Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Wabup Pringsewu H.Fauzi beserta Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu, sejumlah bupati se Provinsi Lampung, jajaran DPRD, Ketua Forum Komunikasi Petani Berjaya Arinal Junaidi, para pengurus organisasi tani, serta perwakilan petani se Provinsi Lampung.

Hujan lebat yang sempat mengguyur wilayah Pelayangan tidak menyurutkan ribuan warga Pringsewu dan sekitarnya untuk melihat sosok Presiden RI tersebut secara langsung.

Ketua Forum Komunikasi Petani Berjaya Arinal Junaidi, pada kesempatan tersebut mengucapkan trimakasih kepada Presiden RI yang telah berkenan hadir di Provinsi Lampung untuk menemui para petani.

Dikatakan Arinal, Provinsi Lampung merupakan daerah dengan potensi di bidang pertanian yang cukup besar. Selain sebagai penghasil kopi terbesar di lndonesia yakni 23% dari total produksi kopi nasional, juga merupakan penghasil tebu nomor dua di lndonesia, dan nomor satu di Pulau Sumatera, atau 25% dari produksi kopi nasional.
Begitupun dengan pertanian padi yang juga cukup besar.

Ucapan terima kasih kepada pemerintah juga disampaikannya, karena dalam waktu singkat telah membangun 2 waduk sekaligus di Provinsi Lampung, yakni di Pringsewu dan Lampung Timur.

Sementara itu, Presiden RI Ir.H.Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa lndonesia merupakan negara besar di dunia, dengan jumlah penduduk mencapai 263 juta jiwa. “Sebagai negara besar, tentu tantangannya juga besar dan kompleks,” kata Joko Widodo.

Menurut Presiden, masalah utama para petani adalah air, dan ini bukan hanya terjadi di Provinsi Lampung. Beberapa diantaranya adalah karena jumlah waduk yang masih sangat kurang, dimana hingga 2014 jumlah waduk di seluruh Indonesia hanya 231 waduk. Sedangkan lndia saja memiliki 1.500 waduk, Amerika serikat dengan 6.100 waduk, serta Jepang yang memiliki 3.000 waduk. “Inilah pekerjaan besar kita semua, bagaimana kita menyediakan air yang cukup untuk petani. Jika masalah waduk telah selesai, berikutnya kita pikirkan masalah irigasinya, semuanya perlu disiapkan,” ujarnya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa pemerintahannya hingga kini baru mengerjakan 65 waduk, dan ini dinilai masih kurang. Oleh karena itu, ia mengapresiasi masyarakat atas dibuatnya embung-embung sebagai salah satu sarana penyediaan air bagi pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung masalah dana desa.

Dikatakannya, sejak tahun 2015 dana desa yang dikucurkan sebesar Rp.187 triliun, dan ini masih kurang. “Dengan dana desa ini, masyarakat bisa membangun jalan desa, jembatan, dan lainnya. Namun, saya mengingatkan, hati-hati dengan dana desa. Gunakan dana desa dengan baik dan benar untuk kesejahteraan masyarakat. Sekali lagi, hati-hati dengan dana desa, karena kuping saya banyak dimana-mana,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, mantan Walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta ini juga berdialog dengan perwakilan sejumlah petani, diantaranya Nana, seorang petani dari Lampung Barat, Edi Hartono, seorang petani jagung dari Kecamatan Banyumas, Pringsewu, Masriah, petani coklat dari Selapan, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu, serta Sulaiman, petani padi dari Sidomukti, Sidodadi Kecamatan Pardasuka, Pringsewu.

Dari dialog dengan keempat perwakilan petani tersebut, terungkap bahwa masalah yang dihadapi petani adalah masalah air dan pupuk. Terkait hal tersebut, Presiden memerintahkan pihak terkait untuk segera menanganinya.
“Dengan kerja keras, kita akan maju. Tanpa kerja keras, kita tidak akan maju,” demikian kata-kata singkat yang diucapkan Presiden Jokowi sebagai penutup kegiatan.

(© LPPL Radio Rapemda Pringsewu 107.2 FM / Anton Hapsara)

Sampaikan Komentar Anda