Selasa, 21 Mei 2019

Seminar Implementasi Peradilan Anak Terpadu Yang Digagas Pemkab Pringsewu Diapresiasi Sejumlah Pihak

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar seminar dan lokakarya mengenai Implementasi Peradilan Anak Terpadu bagi para aparatur penegak hukum dan para pelajar, Kamis (2/5).
Selain itu, dibentuk pula sebuah forum koordinasi antarpemangku kepentingan terkait peradilan anak tersebut.

Terkait hal ini, saat jamuan makan malam semalam di Bukit Randu Resto, Bandar Lampung, sejumlah pejabat Polri dan Mahkamah Agung RI menyampaikan apresiasi kepada pemkab setempat.

Salah satunya disampaikan oleh Tim Kelompok Kerja Mahkamah Agung RI yang juga Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Lampung Dr.Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H., serta AKBP Rita Wulandari dari Dit.Cyber Mabes Polri.

Dr.Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H.sangat mendukung digelarnya seminar dan lokakarya terkait implementasi Peradilan Anak Terpadu.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Pemkab Pringsewu menjadi fundamental, dan merupakan salah satu bentuk edukasi kepada generasi muda.

Sedangkan AKBP Rita Wulandari mengatakan Polri merupakan institusi yang menjadi ujung tombak dalam penanganan kasus hukum, termasuk anak-anak. “Apa yang dilakukan Pemkab Pringsewu mudah-mudahan dapat menginspirasi bagi daerah lainnya,” ujarnya.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. didampingi Asisten Bidang Pemerintahan Andi Wijaya, S.T. dan Kajari Pringsewu Asep Sontani Sunarya, S.H., C.N. mengatakan anak sebagai generasi penerus bangsa mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang secara layak dan memperoleh perlindungan oleh negara. “Oleh karena itu, agar perlindungan hak-hak anak dapat dilaksanakan secara baik sebagaimana mestinya, maka hukum juga harus selaras dengan perkembangan masyarakat,” katanya.

Maraknya anak-anak yang berhadapan dengan hukum akhir-akhir ini, kata Fauzi, tentunya mengundang keprihatinan semua pihak. “Anak-anak yang berhadapan dengan hukum dan juga anak yang menjadi korban tindak pidana hukum harus mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, penanganannya pun harus dilakukan secermat mungkin, guna kepentingan yang terbaik bagi anak itu sendiri. Dan, inilah salah satu yang mendasari rencana digelarnya seminar tersebut nanti,” katanya.

Wabup Pringsewu juga mengucapkan terimakasih atas kesediaan para penegak hukum, baik dari Mahkamah Agung, Mabes Polri, dan lainnya yang bersedia turun ke Pringsewu untuk memberi pemahaman hukum kepada anak-anak. “Di Pringsewu, kasus hukum yang berkaitan dengan anak-anak banyak terungkap, karena aktifnya NGO. Di desapun ada tim monitoring. Bahkan sampai musyawarah desa dan musrenbang pun turut mengikutsertakan anak-anak. Intinya, Pringsewu ingin memberikan edukasi kepada anak-anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fauzi berharap melalui seminar yang akan mengangkat tema ‘Stop Bullying Lindungi Anak Bangsa Dari Pringsewu Untuk Indonesia‘ ini, dapat mengantisipasi sekaligus menimalisir terjadinya praktek bullying di kalangan pelajar serta tindak kekerasan terhadap anak-anak. (*/∆πtoπ Hapsa®a)

Sampaikan Komentar Anda