Sabtu, 20 Oktober 2018

Waaster Kasad TNI & Bupati Pringsewu Panen Raya di Bulukarto Gadingrejo

Waaster Kasad TNI & Bupati Pringsewu Panen Raya Di Bulukarto Gadingrejo

PRINGSEWU – Waaster Kasad TNI Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., didampingi Bupati Pringsewu Hi.Sujadi melakukan panen raya padi di Pekon (Desa) Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (27/4).

Turut menghadiri kegiatan tersebut, Waaster Kodam II Sriwijaya Letnan Kolonel Infanteri Iskandar, Kepala Staf Korem (Kasrem) 043 Garuda Hitam Letnan Kolonel Inf. Jajang Kurniawan, S.I.P., M.M., Kasiter Korem 043 Garuda Hitam Letnan Kolonel lnf. Sahnun, Pasiter Korem 043 Garuda Hitam Mayor Arh. Bob Hendra M.A., Dandim 0424 Tanggamus/Pringsewu Letnan Kolonel Arh. Hasto Dwi Utomo, Dandim 0421 Lampung Selatan Letnan Kolonel Arm. Untoro, Kapolsek Gadingrejo Ajun Komisaris Polisi Sarwani, Kapolsek Pringsewu Kota Komisaris Polisi Andik Purnomo S., Kasipidsus Kajari Pringsewu Adi Wibowo, lnspektur ll Irjen Kementerian Pertanian RI Widono, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

Waaster Kasad TNI Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. dalam sambutannya mengungkapkan awal mula keterlibatan TNI dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. Diantaranya adalah MoU antara TNI-AD dengan Kementerian Pertanian RI. Terlebih di TNI sendiri ada 2 jenis operasi militer, yakni OMP (Operasi Militer Perang), serta OMSP (Operasi Militer Selain Perang), guna membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah dan masyarakat.

Perbantuan TNI di bidang pertanian adalah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dudung juga mengharapkan agar masyarakat dapat memahami, bahwa keterlibatan TNI tersebut tidak ada maksud lain, yakni hanya ingin masyarakat semakin cinta dengan TNI, dan TNI juga cinta dengan masyarakat.
Dengan demikian, jika TNI dan masyarakat bersatu, tentunya hal tersebut dapat menangkal setiap ancaman dan bahaya dari luar.

Sementara itu, Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dalam sambutannya mengatakan bidang pertanian yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional, khususnya di Kabupaten Pringsewu, terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, dan menjadi misi ke-4 dari visi Pringsewu Bersahaja (Berdaya saing, Harmonis, dan Sejahtera).

Pemerintah Kabupaten Pringsewu, kata bupati, sering melakukan kerjasama dengan TNI, dalam hal ini Kodim 0424, dalam rangka membangun bidang pertanian. Contohnya adalah dalam upaya cetak sawah baru, bahkan beberapa waktu lalu, hasil cetak sawah baru yang didukung oleh TNI di Kecamatan Ambarawa sudah dilakukan panen raya, selain juga memiliki pusat kultur jaringan,” katanya.

Sujadi berharap kerjasama tersebut akan terus dikembangkan, dan ditindaklanjuti.

Pada kesempatan tersebut, juga digelar sesi dialog bersama kelompok tani dan kelompok wanita tani setempat.

Rudianto, pengurus Gapoktan Tani Makmur mengeluhkan masalah air irigasi yang menjadi kendala utama upaya meningkatkan hasil pertanian. Ia bersama anggota poktan lainnya, hanya mengandalkan air hujan dan pompa penyedot air, sehingga hasilnya tidak maksimal. Oleh karena itu, ia bersama anggota poktan lainnya meminta kepada pemerintah untuk dapat memperbaiki bendungan Way Gatel yang rusak.

Harapan senada juga disampaikan Wamin Hariadi, dari Kelompok Tani Rukun Utama l. Ia mewakili petani lainnya memohon pemkab setempat untuk dapat membantu pompa penyedot air yang berukuran besar sebelum bendungan yang sedang akan dibangun kembali tersebut jadi. Hal tersebut mengingat sumber air dari Way Bulok yang ia sedot berjarak lebih dari 500 meter, sehingga pompanya tidak cukup kuat.

Di sisi lain, Purwanti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri, Bulukarto, yang beranggotakan 52 orang, meminta informasi terkait program yang bisa masuk ke kelompoknya tersebut, terutama pemanfaatan pekarangan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pringsewu Hi.Sujadi mengatakan bahwa bendungan Way Gatel yang jebol tersebut untuk saat ini sedang dalam proses lelang.

Di Kabupaten Pringsewu, kata dia, sedang dikembangkan bahan pangan non beras, sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi nasi, termasuk melalui program ‘One Day No Rice’.

Terkait yang disampaikan KWT Dewi Sri, Bupati Pringsewu Hi.Sujadi menyarankan untuk bekerjasama dengan BUMDes setempat. Termasuk dengan beberapa instansi daerah lainnya, seperti Dinas Koperindag, PKK, dan Dekranasda Kabupaten Pringsewu.

Seusai panen raya, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah di aula utama kantor sekretariat Pemerintah Kabupaten Pringsewu. (©RapemdaPringsewu.com/ ISNANTO HAPSARA)

Sampaikan Komentar Anda